meski di suap pake duit milyaran saya anti disuruh setop kepribadian saya dan berpindah ke kepribadian lain!! kecuali disuap pake duit milyaran tambah mobil mewah, tambah rumah megah yang ada area bermain airnya, tambah pulau pribadi plus bonus nick jonas *loh?*
Mau diapain juga tetep enak jadi diri sendiri kok sodara-sodaraa....
Memang, saya tidak memungkiri dulu saya pernah memendam diri saya dan mencoba menjadi orang lain dan bodohnya saya hanya karena satu alasan : ingin diterima dan disukai banyak orang seperti orang yang saya jadikan referensi tersebut. Lama-lama saya khilaf, tobaat...bener-bener tobat, beneran deh!
Saya jadi berfikir, kalo saya mencoba menjadi orang lain dan orang disekitar saya menyukai saya tentu yang mereka sukai kepribadian palsu saya bukan memang menyukai saya.
Sejak saat itu saya mulai semedi, di gunung 3 kaki dengan sedikit tahi lalat di dahi. Hasil per semedian saya itu ternyata menghasilkan sesuatu yang, yaahh..luar biasa lah (merendah untuk meninggi nih) *huachiii* -mendadak pilek- :D
Saya mulai meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya memang harus menjadi diri saya sendiri, bagaimanapun caranya, apapun situasinya, dimanapun saya berada (minumnya teh botol bekas). Dan memang sulit untuk melalui proses yang seperti itu. Saya masih ingat ketika saya mulai lelah menjadi orang lain dan ingin beralih untuk menunjukkan kepada dunia bahwa 'ini loh bella itu ya kaya gini', hal itu sangat sulit. bahkan beberapa teman sedikit menjauhi saya karena mungkin mereka berfikir bella yang saat pertama mereka kenal dengan yang sekarang berbeda, tambah pendek dan tambah pesek (naas nya hidup gue T_T). Tapi saya harus tetap berjuang untuk menunjukkan kepada mereka bahwa 'iya, saya memang seperti ini. tapi yakinlah kawan masih banyak hal istimewa dari saya yang kalian belum ketahui'. Perlahan saya perkenalkan kepada mereka tentang diri saya sebenarnya, tentang ke-kalem an saya hingga ke-binal an saya. Keinginan saya hanya satu : ketika mereka menyayangi saya, saya harap mereka memang menyayangi saya apa adanya, bukan karena topeng saya.
Menjadi diri sendiri itu lebih menyenangkan kawan. Setidaknya hal simple yang dapat saya share ke teman-teman adalah 'tidak perlu terlalu banyak mikir dan menyesal saat melakukan sesuatu'. Terkadang saat kita mencoba menjadi orang lain, maka hati, perkata'an dan perbuatan kita seringkali tidak sinkron dan itu lah yang membuat kita merasa tidak nyaman. Merasa menyesal telah melakukan hal yang baru saja kita lakukan.
Demi Tuhan saya tidak rugi menjadi diri sendiri. Yang saya tahu, sekarang saya lebiih dikenal daripada orang yang dulu pernah menjadi acuan 'plagiat' saya, bahkan terkadang saya yang merasa muak karena dia lah yang seringkali 'copas' gaya ataupun sesuatu dari diri saya dan sejujurnya saya kurang nyaman dengan hal seperti itu. It's OK, saya tidak memungkiri terkadang wanita suka menjadi trendsetter, tapi tidak dipungkiri juga apabila lawan nya terlalu mengcopy-paste hampir semua gerak-gerik saya rasa tidak hanya wanita yang kurang nyaman, mungkin kaum Adam pun merasa kurang nyaman bila ada orang yang terang-terangan ingin menjadi 'kembaran' mendadaknya.
Begini sodara-sodara,
Allah itu menciptakan hitam dan putih, air dan api, benci dan suka, dan tidak bisa dipungkiri juga itu hukum alam. Jadi apa salahnya sih jika memang ada orang yang kurang bahkan tidak suka pada kita? Allah itu Maha Adil kok....meskipun ada orang yang membenci kita tiga per empat mati pun (lebih parah dari setengah mati) pasti, pasti ada orang lain juga yang begitu mencintai kita, begitu menyayangi kita. Tuhan itu Maha Bijaksana kawan, percayalah semua akan indah pada waktunya.
Bertawakkal, Berdoa dan Bersabar. Jika dilakukan dengan ikhlas, insyaAllah Allah akan membalas hal yang setimpal bahkan yang lebih baik lagi. :)