Bismillah... semoga tidak terkesan menggurui hehe
Pada dasarnya, prinsip hidup saya adalah 'Life's a feed back'! memberilah jika kau ingin menerima!!
Namun, apa yang kita beri terkadang tidak sama dengan apa yang kita terima. Jarang sekali (secara kasap mata maksud saya). Apabila kita memberi 1000 maka kita akan menerima 1000. Seringkali yang kita terima itu separuhnya, seperempatnya, seujung kukunya bahkan? Entahlah...
Islam mengajarkan kita untuk saling memberi. Ekonomi mengajarkan kita untuk saling berbagi, karena kita tidak hidup sendiri. Bayangkan saja apabila semua manusia egois. Merasa dirinya dapat melakukan segalanya seorang diri. Merasa dirinya akan hidup tentram, aman, sejahtera, sentaosa. Maka Hawa tak kan pernah tercipta. Maka teknologi tak akan pernah lahir. Maka sejarah tak akan pernah bergulir.
Hidup adalah sebuah jaket rajutan musism dingin. Terdiri dari pintai-an benag wol yang saling berkaitan, saling bergandengan. Sehingga apabila gandengan itu erat, maka akan menghasilkan sweater musim dingin yang sangat hangat. Masing-masing dari benang-benang tersebut saling membutuhkan. Bukan hanya memberi ataupun menerima. (mungkin perumpamaan saya kurang tepat. Hah biarlah! selagi anda tetap terpesona dengan kata-kata saya...hahaha)
Begitulah kita. Tidak melulu memberi dan tidak selalu menerima. Seringkali kita mengeluh karena merasa kita selalu saja memberi, selalu saja berusaha namun hasilnya (dianggap) NIHIL! mengapa 'dianggap'? Sesungguhnya apa yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia. Sekeji sekalipun hal yang kita lakukan pasti ada 'feed back' nya. Hanya saja apa yang kita harapkan terlalu tinggi atau terlalu muluk. Sedangkan hati kita tidak disandarkan pada keikhlasan dan mindset bahwa Apapun itu, dan Bagaimanapun itu semuanya hanya Alloh yang berhak menentukan. Alloh yang berhak 'mengetuk palu-Nya' apakah hal tersebut layak dan cocok untuk kita atau tidak.
Hari ini ada beberapa teman share dengan saya terkait ketidakpuasan apa yang telah diberi dan kekecewa'an pada masa lalu. Terkadang saya merasa menyepelekan masalah orang lain karena toh saya merasakan yang lebih pahit(mungkin). Memang, banyak orang berkata 'Bermimpilah, bermimpilah sebesar yang kau inginkan' tidak salah memang. Namun, bagaimana kita dapat mewujudkan mimpi yang kita inginkan jika kita tidak membantu mewujudkan mimpi yang orang lain inginkan. Padahal pada dasarnya mimpi yang kita inginkan merupakan sesuatu dari Tuhan yang diberikan melalui perantara manusia. Dan apabila kita terlalu saklek pada apa yang kita inginkan tanpa memberi apa yang orang lain inginkan. Ya sudah... Tidak akan ada mimpi yang terwujud. Kecuali mimpi yang tidak membutuhkan sesuatu yang real.