Senin, 19 Oktober 2015

Selamat Jalan

Kita punya suara, suara kecil didalam sana. Yang bahkan kita sendiri tidak dapat mendengarnya.
Suara itu merintih begitu lembut.
Hanya berbisik namun mengirimkan impuls.
Yang dapat menggerakkan kaki, tangan, fikiran, hati, dan... air mata.

Kita tau apa yang telah terjadi adalah sebuah symphoni.
Sebuah nada yang kelak akan kita perdengarkan kembali.
Tapi tidak berdua.
Karena kita akan mendengarkannya bersama takdir yang telah ditetapkan untuk kita.

Kini, aku harus menjalani hari dengan takdir yang telah dituliskan untukku.
Meski tidak bersamamu, tak apa.
Aku bahagia.
Karena 'dia'ku kini adalah seseorang yang lebih dari istimewa.

Untuk apa yang telah terjadi,
Terimakasih.
Terimakasih telah bersedia mengisi lembar laporan hidupku.
Terimakasih telah bersedia dicintai dalam diam.
Terimakasih telah memberikan kesan terbaik di akhir perjumpaan 'berdua'.

Selamat jalan.
Selamat melanjutkan mimpi.
Selamat melanjutkan hari.
Kita mungkin tak akan lagi dipertemukan dalam hati
Tapi aku yakin, kita masih selalu dapat saling mendo'a

Sehat sehat dan sukses selalu mas, terimakasih x)