Kamis, 20 Juni 2013

Aroma Hujan Punya Kisah

Hujan punya kisah,
Ketika ia berjuang naik ke awan
Ketika ia harus melalui terjangan angin
Ketika ia harus bekejar-kejaran dengan awan
Hingga kemudian dia membasahi dengan bangga

Hujan punya kisah,
Ketika disuatu kisah hanya ada kita
Aku, kamu dan hujan
Ketika tawa mampu meredam jatuhan airnya
Ketika jarak mampu menghangatkan hembusan anginnya
Dan kau begitu tegap menghadangkan hujan di depanku

Hujan punya kisah,
Ketika kembali lagi ada kita
Kali ini kita lebih bersahaja
Kau biarkan hujan menderu dengan gagahnya
Kita hanya duduk berdua 
Hingga akhirnya hujan menyerah
Kalah dengan kekukuhan kita

Hujan punya kisah,
Ketika banyak cerita tentang kita
Terlalu banyak hingga hujan hanya mampu mengenangnya melalui aroma
Yang kemudian hujan bagi pada kita

Hujan mengenang cerita dengan bersahaja
Hujan mengenang cerita kita :)

Hujan 21 Juni 2013 (1:26 am)

Senin, 04 Februari 2013

Cinta Burung Hantu (Part II)

--------------------------------***---------------------------

"Demi keabadian kehidupan SoGo yang selalu menyediakan 'nasi goreng spesial mata katak' untukku, aku sangat yakin jika tiba saatnya pasti ada cara terbaik untuk mengatakan kepada kedua orangtua kita bahwa cinta kita takkan terpisahkan Swallow..."
tatapan Wanda menerawang jauh tegak lurus dari tanganku lalu menyuap nasi gorengnya lagi dengan lahapnya.

"tapi Wanda sayaa..." belum selesai ucapanku Wanda memasukkan cacing jantan berbulu yang berjalan di bangu taman kedalam mulutku. "Gleekk..."

Semenjak itu aku terdiam, aku tau Wanda tak pernah suka aku membicarakan hal ini. Terkadang aku sangat iri terhadap kehidupan manusia. Kisah cinta mereka selalu berjalan sederhana. Bercinta hanya beberapa tahun saja. Dengan mimpi yang sederhana, yaitu hidup atau mati akan selalu bersama dan bahagia. Sedangkan aku? Kisah cinta ini takkan ada artinya sampai orangtua kami mengirimkan burung hantu simpanannya untuk mematuki bulu mata kami sebagai tanda bahwa cinta kami telah diresmikan. Barulah setelah itu kami dapat hidup layaknya penyihir dewasa lain. Hidup berdampingan, memiliki kebebasan untuk menyihir serangga mana yang akan disihir dan diasuh menjadi anak, hingga memilih tanggal yang pas untuk kematian kami berdua.

Aku melirik Wanda, tertunduk. Wanda seperti tidak tahu bagaimana besar perasaanku padanya. Seratus tahun bukan waktu yang sebentar dalam menajalin cerita cinta. Cintaku pada Wanda benar-benar dalam, bahkan segila apapun permintaan Wanda aku sangat berusaha keras untuk memenuhinya. Tiba-tiba air mata ku menetes, semakin deras. Setengah berbisik aku berkata "Wanda, aku sangat mencintaimu"

Lalu Wanda memelukku, "Terimakasih Swallow, kau adalah lelaki terhebat yang pernah aku temui. Kau selalu tau apa yang menjadi keinginanku, aku sangat haus setelah makan nasi goreng ini" dengan semangat Wanda menyeruput air mataku yang semakin deras.

-----------------------------***--------------------------------------

Minggu, 27 Januari 2013

Surat Cinta untuk Anak-anak Tersayang

Ingin sedikit berbagi rasa sayang yang telah terjalin selama 1tahun Kepengurusan. Surat ini adalah surat yang aku kirimkan ke Eksekutif Muda BEM FPIK 2012, yang telah memberikan banyak pelajaran. Oleh karenanya, aku bangga memposting surat itu disini :)


Jangan pernah lupa kita pernah punya keluarga, keluarga kecil penuh cinta


-----------------------------------------------------***----------------------------------------------------
Salam,

Haloo... Apa kabar eksekutif muda terhebat? Mungkin ini surat pertama yang pernah Mommy kirim ke kalian secara berjama'ah (hehe). Semoga surat ini dapat mewakili rasa terimakasih Mommy ke anak-anak tersayang.

Mommy sangat berterimakasih kepada kalian semua atas kerjasama, rasa cinta, dan kekeluargaan yang telah kalian berikan. Satu tahun kepengurusan ini banyak pelajaran yang Mommy dapat dari kalian. Mulai dari belajar dewasa sampai belajar menjadi emak-emak Haha :p
Kalau boleh jujur, awalnya malu loh dipanggil Mommy... Berasa berumur sekalii... Tapi lambat laun itu menjadi kebanggaan, oleh karena itu di surat ini saya sengaja menggunakan kata sapaan 'Mommy', bukan 'aku' 'saya' atau 'mbak' :)

Mommy sempat membaca beberapa essay milik kalian. Terharu rasanya... Kalian sudah tumbuh menjadi sosok yang lebih dewasa, sosok yang lebih peduli. 
Mommy sangat bersyukur kalian masih 'utuh' sampai akhir kepengurusan. Walaupun beberapa kali kita tersandung konflik-konflik internal, namun kalian tetap menunjukkan bahwa kalian itu satu. Mommy harap, kekeluargaan seperti ini dapat kalian tularkan ke organisasi yang akan kalian jalani kedepan. Dimanapun dan pada posisi apapun. Karena di kepengurusan depan kemungkinan kita sudah tidak satu kementrian lagi.

Anak-anak sayang, masih teringat jelas pertamakali kita bertemu. Kalian masih lucu dan lugu. Iqbal yang dulunya manja sekarang berdiri tegap. Ulin yang dulunya malu-malu sekarang lebih berani. Ines yang dulunya kekanak-kanakan sekarang menjadi lebih Dewasa, Gita yang dulunya diam sekarang berani bersuara, Yosa yang ogah-ogahan sekarang lebih bersemangat, dan Fadil yang dulu masih muncul tenggelam sekarang semangatnya paling menggelora.
Mommy memang belum bisa menjadi sosok yang selalu ada buat kalian, tapi percayalah Mommy selalu berusaha untuk meluangkan waktu untuk kalian. Mommy juga tidak bisa melakukan semua hal dengan baik, maka dari itu Mommy mendorong kalian untuk melakukan yang lebih baik agar menjadi yang TERBAIK!!
Mommy meminta maaf kalau selama kepengurusan ini sering bawel, tidak bisa mendampingi kalian dengan baik dan seringkali menyakiti hati kalian. Semoga kalian bisa memaafkan kekhilafan Mommy.

Kebanggaanku, sekarang ini kalian sudah menjadi Staff Ahli. Itu artinya kalian sudah memiliki tanggung jawab untuk turut serta mecetak generasi hebat dibawah kalian. Eksekutif muda sekarang adalah partner kalian dua tahun kedepan. Bimbing mereka sebaik-baiknya, sayangi mereka layaknya mereka adalah adik kalian sendiri. Jadilah inspirasi buat mereka. Ketika kalian tidak bisa menulis, maka dorong mereka untuk berlatih menulis. Berikan yang terbaik yang ada dalam diri kalian.
Mommy yakin, kalian sudah tau apa yang harus kalian lakukan :)

Tuhan menciptakan kita 2 telinga, 2 mata, dan 1 mulut. Ketika kita banyak mendengar dan membaca, maka kita akan lebih mudah berbicara (dengan benar). Jangan pernah bosan untuk belajar, nak...
Sayang, saat kalian sedang memiliki semangat yang besar, tularkan kepada adik-adik kalian. Namun saat air mata dipenghujung mata, insyaallah kapanpun bahu Mommy siap untuk menjadi sandaran.

Terakhir, terimakasih atas semua yang telah kalian berikan. Semoga kalian bisa menjadi pribadi yang kritis, tegap dan hebat. :)


Salam Perjuangan atas nama Cinta, 
Wakil Menteri Luar Negeri BEM FPIK 2012


Bella


-tembusan: Menteri Luar Negeri dan Staff Ahli Kementrian Luar Negeri BEM FPIK 2012-