Telah banyak cerita aku dengar mengenai cinta tak bertuan. Tentang cinta tak harus memiliki. Tentang, ah... untuk sekian kali aku berbicara tentang cinta. Lagi!
Maaf, karena hanya blogger yang tetap berlaku biasa saja saat aku keluhkan my UNTOLD story. Sahabat-sahabatku mulai geram, bahkan aku sendiripun!
Banyak hal yang kurencanakan untuk cinta. Untuk yang tercinta. Untukmu.
Tapi lidahku terlalu kaku, begitu kelu ketika harus berkata jujur mengenai apa yang berhak kau ketahui.
Banyak tulisan tentangmu, ditumpukan buku, di folder, disini, dimanapun. Tapi masih kubiarkan bercecer begitu saja. Aku biarkan kenangan tentangmu berserakan. Aku ingin tata kembali hati ini. Agar tidak meragu.
Aku sayang kamu, ...
Entah bagaimana sayangnya. Entah bagaimana cintanya. Yang jelas aku merasakan hal beda, istimewa tentangmu. Semua tentangmu.
Maaf, aku terlalu berharap padamu. Aku tidak ingin ini berlarut-larut. Insyaallah, aku serahkan semuanya pada Allah. Aku sandarkan lagi cinta pada Pemilik Cinta. Ketika kita harus bersama, jalan itu pasti ada. Namun, ketika kita telah memiliki nama yang berbeda di lauhul mahfudz. Maka, terimakasih. Terimakasih telah meminjamkan bayangmu untuk kebahagiaanku :)
Hai kamu, selamat malam. Semoga malam ini Allah menidurkanmu dengan lelap dan membangunkanmu dalam keadaan lebih bersyukur, Insyaallah ^u^
Ketika bibir tak dapat bicara, biarkan jemari ini menari dan mengatakan yang sebenarnya
Minggu, 18 Agustus 2013
Sabtu, 10 Agustus 2013
Eat Love Destiny
Cinta itu sederhana. Sesederhana makan-dicerna-dan keluar.
Cinta itu rumit. Serumit makan-penyerapan sarisari makanan-pembentukan energi-dan... :)
Cinta itu seringkali menyenangkan. Makan enak-kenyang-berjaya
Cinta terkadang menyebalkan. Ketika sakit-mulut pahit- tetap makan
Tetapi menyebalkan itu seringkali baik untuk diri pencinta sendiri
Kali ini aku ingin berceloteh mengenai pernikahan.
Bagiku kata itu masih tabu, sejak bertahun-tahun lalu dan entah sampai kapan.
Beberapa orang terdekatku sudah melengkapi agama mereka dengan menikah, sedang aku? masih lompat sana-sini, mencinta seseorang dengan rapat, dan bermain dengan boneka-bonekaku.
Percayalah, jodoh tidak akan dikebiri. Ia akan datang tepat pada waktunya :)
Dear Allah,
Jika suatu saat nanti kau berikanku jodoh di dunia, berikanlah aku jodoh yang mencintaMu, mencintai RasulMu, mencintai keluargaku, dan dapat menaklukkan hatiku.
Jadikan ia imam yang ku hormati sebagaimana Khadijah menghormati Rasulullah SAW.
Pertemukanlah kami disaat yang tepat, disaat aku siap, disaat kami siap!
Jadikanlah ia imam yang bertanggung jawab. Menjadikan kisah rumah tangga Rasul sebagai cerminan rumah tangganya.
Dear Allah,
Engkau Maha Pemurah, Maha Pengasih, Maha Pemberi
Aku lah yang Tamak. Aku terlalu rapuh untuk tidak meminta kepadaMu
Cinta yang sekarang kumiliki dariMu ya Allah. Biarkan cinta ini apa adanya, jangan perkuat cinta ini. Jangan buat hati ini masuk terlalu dalam hingga terbuai. Aku takut ia yang kini ku cinta terlalu meraja dihatiku daripada Engkau. Aku takut,,,
Bukan dia yang tertulis di Lauhul Mahfudzku. Aku takut :(
Namun Allah,
Jika kau memberikanku jodoh di akhirat kelak. Ingatkan aku untuk selalu bersyukur kepadaMu bahwa janji Engkau menciptakan Makhluk berpasang-pasangan benar adanya. Kemudian, dekatkan orang-orang baik kepada orang yang menyayangiku. Berikan mereka kebahagiaan. Hapus kesedihan mereka :)
Siapapun engkau calon imamku. Engkau memiliki masalalu, begitupun aku. Namun, masa depan itu bernama Kita :)))
Senin, 29 Juli 2013
Hello August!!!
Hello August,
Ga nyangka ya, udah hampir pisah aja. Padahal pertama kali ketemu kamu pun aku ga inget gimana kronologisnya. Pertama kali senyum didepan kamu. Pertama kali ketawa didepan kamu. Pertama kali nangis didepan kamu. Pertama kali.... :)
Aku tidak akan mengutuki bulan ini karena ini bulan 'perpisahan'. Aku pun tidak akan mematri sekaligus mengenang bulan pertama kali kita bertemu. Atau bulan dimana hati mulai bicara.
Hello August,
Aku pernah berjanji kepada sahabatku bahwa akan ada waktu kata hati terucap. Namun, aku juga pernah berjanji kepada Pencipta cintaku bahwa aku akan menjaga hati. Bukan hanya untuk seorang lain, tapi juga untukmu. Bagaimana menurutmu, janji mana yang harus ku tepati?
Manusia tidak akan bisa berhenti bicara tentang cinta. Begitupun aku. Kita!!
Terlalu berlebihan ketika suatu saat aku mengatakan aku 'mencintaimu sangat'! Namun, suatu kebohongan jika suatu saat aku 'hanya mencintaimu'. Itulah salah satu alasan mengapa kusimpan saja diary ini. Masih kusembunyikan kuncinya. Bukan, bukan ku sembunyikan. Kunci ini aku titipkan pada Pemilik Cinta.
Hanya saja, salah satu kunci gandanya ada padamu.
Belakangan aku terlalu disibukkan dengan memikirkan kenangan apa yang aku aku berikan agar kau tak melupakanku. Beberapa detik yang lalu aku sadar. Tuhan pun tidak memaksakanmu untuk selalu mengingatnya, mengapa aku sebegitu memaksa? Aku terlalu tamak dalam urusan cinta.
Seringkali aku merasa aku telah terlalu lama menyimpan perasaanku untukmu. Hingga terbesit keinginan untuk kau tau seberapa lamanya aku menyimpannya, seberapa besar. Padahal, mungkin Tuhan menciptakan wanita lain yang lebih dalam mencintaimu dan lebih ikhlas. Yah, Aku sangat Tamak dalam urusan Cinta!!
Hai Kamu,
Aku cukup senang dengan kehadiranmu. Aku cukup senang ketika inbox ponselku tercantum namamu. Aku cukup senang ketika kau sekedar mengucapkan 'hati-hati', 'jaga kesehatan' atau 'semangat ya'. Aku cukup senang ketika melihatmu tertawa, bersama teman-temanmu, diantaranya wanita. Meskipun cemburu tapi aku Senang :).
Baik-baik disana ya....
Aku harap kau lebih sering menikmati udara pagi. Walaupun aku tak banyak tau. Tapi semoga udara pagi baik untuk sirkulasi udara pada tubuhmu, pernafasanmu.
Insyaallah, aku masih berdoa untukmu. Terbaik untukmu.
Jangan lelah bercerita, karena aku siap mendengar
Jangan lelah berusaha, karena aku siap memberi semangat
Jangan lelah berdoa, karena aku siap mengingatkan bahwa Allah Maha Pemberi
Selamat malam, semoga Allah selalu menjaga senyummu. Kebahagiaanmu. :)
Ga nyangka ya, udah hampir pisah aja. Padahal pertama kali ketemu kamu pun aku ga inget gimana kronologisnya. Pertama kali senyum didepan kamu. Pertama kali ketawa didepan kamu. Pertama kali nangis didepan kamu. Pertama kali.... :)
Aku tidak akan mengutuki bulan ini karena ini bulan 'perpisahan'. Aku pun tidak akan mematri sekaligus mengenang bulan pertama kali kita bertemu. Atau bulan dimana hati mulai bicara.
Hello August,
Aku pernah berjanji kepada sahabatku bahwa akan ada waktu kata hati terucap. Namun, aku juga pernah berjanji kepada Pencipta cintaku bahwa aku akan menjaga hati. Bukan hanya untuk seorang lain, tapi juga untukmu. Bagaimana menurutmu, janji mana yang harus ku tepati?
Manusia tidak akan bisa berhenti bicara tentang cinta. Begitupun aku. Kita!!
Terlalu berlebihan ketika suatu saat aku mengatakan aku 'mencintaimu sangat'! Namun, suatu kebohongan jika suatu saat aku 'hanya mencintaimu'. Itulah salah satu alasan mengapa kusimpan saja diary ini. Masih kusembunyikan kuncinya. Bukan, bukan ku sembunyikan. Kunci ini aku titipkan pada Pemilik Cinta.
Hanya saja, salah satu kunci gandanya ada padamu.
Belakangan aku terlalu disibukkan dengan memikirkan kenangan apa yang aku aku berikan agar kau tak melupakanku. Beberapa detik yang lalu aku sadar. Tuhan pun tidak memaksakanmu untuk selalu mengingatnya, mengapa aku sebegitu memaksa? Aku terlalu tamak dalam urusan cinta.
Seringkali aku merasa aku telah terlalu lama menyimpan perasaanku untukmu. Hingga terbesit keinginan untuk kau tau seberapa lamanya aku menyimpannya, seberapa besar. Padahal, mungkin Tuhan menciptakan wanita lain yang lebih dalam mencintaimu dan lebih ikhlas. Yah, Aku sangat Tamak dalam urusan Cinta!!
Hai Kamu,
Aku cukup senang dengan kehadiranmu. Aku cukup senang ketika inbox ponselku tercantum namamu. Aku cukup senang ketika kau sekedar mengucapkan 'hati-hati', 'jaga kesehatan' atau 'semangat ya'. Aku cukup senang ketika melihatmu tertawa, bersama teman-temanmu, diantaranya wanita. Meskipun cemburu tapi aku Senang :).
Baik-baik disana ya....
Aku harap kau lebih sering menikmati udara pagi. Walaupun aku tak banyak tau. Tapi semoga udara pagi baik untuk sirkulasi udara pada tubuhmu, pernafasanmu.
Insyaallah, aku masih berdoa untukmu. Terbaik untukmu.
Jangan lelah bercerita, karena aku siap mendengar
Jangan lelah berusaha, karena aku siap memberi semangat
Jangan lelah berdoa, karena aku siap mengingatkan bahwa Allah Maha Pemberi
Selamat malam, semoga Allah selalu menjaga senyummu. Kebahagiaanmu. :)
Langganan:
Postingan (Atom)
