Senin, 28 November 2011

Saya Hanya Ingin Jadi Diri Sendiri

GAMAUU!!!
meski di suap pake duit milyaran saya anti disuruh setop kepribadian saya dan berpindah ke kepribadian lain!! kecuali disuap pake duit milyaran tambah mobil mewah, tambah rumah megah yang ada area bermain airnya, tambah pulau pribadi plus bonus nick jonas *loh?*
Mau diapain juga tetep enak jadi diri sendiri kok sodara-sodaraa....
Memang, saya tidak memungkiri dulu saya pernah memendam diri saya dan mencoba menjadi orang lain dan bodohnya saya hanya karena satu alasan : ingin diterima dan disukai banyak orang seperti orang yang saya jadikan referensi tersebut. Lama-lama saya khilaf, tobaat...bener-bener tobat, beneran deh!
Saya jadi berfikir, kalo saya mencoba menjadi orang lain dan orang disekitar saya menyukai saya tentu yang mereka sukai kepribadian palsu saya bukan memang menyukai saya.
Sejak saat itu saya mulai semedi, di gunung 3 kaki dengan sedikit tahi lalat di dahi. Hasil per semedian saya itu ternyata menghasilkan sesuatu yang, yaahh..luar biasa lah (merendah untuk meninggi nih) *huachiii* -mendadak pilek- :D
Saya mulai meyakinkan diri saya sendiri bahwa saya memang harus menjadi diri saya sendiri, bagaimanapun caranya, apapun situasinya, dimanapun saya berada (minumnya teh botol bekas). Dan memang sulit untuk melalui proses yang seperti itu. Saya masih ingat ketika saya mulai lelah menjadi orang lain dan ingin beralih untuk menunjukkan kepada dunia bahwa 'ini loh bella itu ya kaya gini', hal itu sangat sulit. bahkan beberapa teman sedikit menjauhi saya karena mungkin mereka berfikir bella yang saat pertama mereka kenal dengan yang sekarang berbeda, tambah pendek dan tambah pesek (naas nya hidup gue T_T). Tapi saya harus tetap berjuang untuk menunjukkan kepada mereka bahwa 'iya, saya memang seperti ini. tapi yakinlah kawan masih banyak hal istimewa dari saya yang kalian belum ketahui'. Perlahan saya perkenalkan kepada mereka tentang diri saya sebenarnya, tentang ke-kalem an saya hingga ke-binal an saya. Keinginan saya hanya satu : ketika mereka menyayangi saya, saya harap mereka memang menyayangi saya apa adanya, bukan karena topeng saya.

Menjadi diri sendiri itu lebih menyenangkan kawan. Setidaknya hal simple yang dapat saya share ke teman-teman adalah 'tidak perlu terlalu banyak mikir dan menyesal saat melakukan sesuatu'. Terkadang saat kita mencoba menjadi orang lain, maka hati, perkata'an dan perbuatan kita seringkali tidak sinkron dan itu lah yang membuat kita merasa tidak nyaman. Merasa menyesal telah melakukan hal yang baru saja kita lakukan.

Demi Tuhan saya tidak rugi menjadi diri sendiri. Yang saya tahu, sekarang saya lebiih dikenal daripada orang yang dulu pernah menjadi acuan 'plagiat' saya, bahkan terkadang saya yang merasa muak karena dia lah yang seringkali 'copas' gaya ataupun sesuatu dari diri saya dan sejujurnya saya kurang nyaman dengan hal seperti itu. It's OK, saya tidak memungkiri terkadang wanita suka menjadi trendsetter, tapi tidak dipungkiri juga apabila lawan nya terlalu mengcopy-paste hampir semua gerak-gerik saya rasa tidak hanya wanita yang kurang nyaman, mungkin kaum Adam pun merasa kurang nyaman bila ada orang yang terang-terangan ingin menjadi 'kembaran' mendadaknya.

Begini sodara-sodara,
Allah itu menciptakan hitam dan putih, air dan api, benci dan suka, dan tidak bisa dipungkiri juga itu hukum alam. Jadi apa salahnya sih jika memang ada orang yang kurang bahkan tidak suka pada kita? Allah itu Maha Adil kok....meskipun ada orang yang membenci kita tiga per empat mati pun (lebih parah dari setengah mati) pasti, pasti ada orang lain juga yang begitu mencintai kita, begitu menyayangi kita. Tuhan itu Maha Bijaksana kawan, percayalah semua akan indah pada waktunya.
Bertawakkal, Berdoa dan Bersabar. Jika dilakukan dengan ikhlas, insyaAllah Allah akan membalas hal yang setimpal bahkan yang lebih baik lagi. :)

Selasa, 22 November 2011

Jomblo = SIBUK/ HOMO?? :o

Hmmm...he're we go
disini saya mencoba bercerita (bilang aja mau curhat :p) tentang...entah prinsip atau apapun namanya itu. Tentang saya, Tentang kehidupan saya.

Sebelumnya saya ingin mengkonfirmasi. Begini ya sodara-sodara, saya sampai detik ini tidak (emmm belum aja dah) pacaran bukan karena saya 'tidak normal' atau karena saya kurang laku (buset kata satu ini bikin nyesek gw nulisnya). Tapi karena banyak alasan dan banyak pertimbangan yang memaangg yaangg hmmm cukup menyita waktu, perasaan dan kesempatan karena saya harus bolak-balik kecamatan-kelurahan dan berakhir di pengadilan (lah buat KTP apa?)

Serius nih serius, gini alasan simpel nya karena saya belum menggunakan perasaan saya seutuhnya (jadi separuhnya ada di serang, cuilannya ada di pojokan ibu kota). Berawal dari patah hati tentunya, tidak bisa dipungkiri seorang wanita yang malas punya pacar lagi salah satu faktor terbesarnnya adalah karena dia malas untuk sakit hati (lagi). Dari rasa malas itu dan diperkuat oleh referensi beberapa tragedi tragis nan menyesakkan dada dari kejadian kawan sejawad lahirlah dengan selamat pemikiran "hadeehh...males banget pacaran kalo ujung-ujungnya cuma berantem terus putus". Itu salah kecilnya. Nah, saya itu termasuk 'kacung super sibuk se antero kontrakan' kalo misalnya, misalnya nih saya punya pacar apa iya saya pacaran kalau saya lagi terkepar bosan karena memang tidak ada job mengkacung lagi? lha kok mesakke men to pacarku? belum lagi kalo saya menghubungi dia kalo pas bokek dan pengen makan enak #eaaa bersiaplah menderita wahai anak adam. Saya juga tipikal orang yang ingin disukai banyak orang. Gini, i mean saya ingin punya banyak teman dan dekat dengan mereka semua. Ditambah lagi kelakuan saya yang kekanak-kanakan atau lebih tepatnya seperti 'balita autis' (naudzubillaahh....tidak tidak tidaakkk) *tobat*. Hmmm...saya itu tidak suka dilarang, kalau saya fikir hal itu benar. Saya tidak suka sesuatu yang bersifat over formal atau terlalu mengikuti aturan (aturan dibuat untuk dilanggar broo) #PLAAKK :p , saya tidak suka 'terlalu' diatur! kenapa, karena saya adalah tipikal orang yang tidak bisa fokus di satu titik dalam jangka waktu lama, saya cepat jenuh dan saya suka hal baru. Saya suka dengan diri saya yang apa adanya, tanpa ada stempel Dufan #eh stempel 'manusia plagiat' terkutuk! sesuatu berbau plagiat yang saya sukai di dunia ini (mungkin) hanya satu: PLAGIAT LAPORAN!! :D
Dan mungkin yang belum saya temukan sampai saat ini adalah orang, maksud saya sesosok atau bersosok lelaki yang mencintai kekurangan saya, bukan kelebihan saya. Bukan bermaksud ngebet kawin, tapi alangkah indahnya jika kita berbagi hati dengan lelaki yang memang tulus mencintai kita bukan karena kelebihan tapi karena dia mencintai kita apa adanya (uhuukk...keseleg biji salak, ketinggian nih bahasanya) :p

Hmmm...dari sebuah keinginan ingin dicintai secara tulus itulah entah saya memaksakan diri untuk mencintai atau memang ini fitrah dari Tuhan bahwa "bella kamu kudu belajar mencintai, jika tidak kawin saja dengan sapi" (Astaghfirulloohh...*jedug-jedug in kepala*)
Ya, saya sedang jatuh cinta. Dan maaf, maaf saja. Jujur dari dalam warung bubur yang sedikit ancur, sedikitpun saya tidak memaksakan atau terlalu ngebet atau memaksakan diri untuk dapat jadi pacarnya. TIDAK SAMA SEKALI! Bahkan saya tidak berharap balasan dari lelaki itu. Entah kalian berpresepsi rasa saya terhadap lelaki itu main-main atau jika kalian baik hati dan tidak sombong maka kalian akan memandang saya terpaku dan berkata "Yaampun bella...cinta kamu tulus sekaliii...." *mata berkaca-kaca* dan saya akan menunduk malu-malu dan menjawab "ah sudahlah, ini biasa saja kok" senyum-senyum dewa. Hwaahh....Out Of Topiikk...kembali kembali kembalii
Saya memang suka, Saranghae bahkan (haduh korea fever). Tapi masalah terbesar saya, adalah saya takut dia (beloved.red) tau kalau saya ada perasaan lebih kepada sesosok pangeran berkuda dengan lonceng sapi dan tindik kebo dihidungnya itu (apadeehh). Hmmm atau sebenarnya masalah saya adalah karena saya takut cinta saya itu bertepuk sebelah tangan? daann..entahlah. Yang jelas yang dapat saya syukuri sekarang adalah saya masih normal karena suka dengan seorang lelaki (seorang bukan seekor) dan setidaknya saya bisa lupa akan masa lalu yang membuat saya takut jatuh cinta itu *meratap di bawah kloset* eh betewe kenapa namanya kloset?? itu berasal dari kata 'closed' yang berarti 'tutup' karena kalo kita lagi 'itu' kita kudu tutup. Maksudnya pintunya ditutup, setelah puas keluar hasil pengeluaran itu ditutup(disiram), dan beban kita telah tertutup(legaaaa).....hwyeehh???malah nyampe b*k*r
:D :D

Sepertinya sekian dan terimakasih saudara-saudara, tulang punggung saya tidak bisa terlalu lama menopang tubuh gelonggongan saya ini apalagi di malam yang mencekam seperti ini. Jadi baiknya saya akhiri.
Salam *menunduk-do'a-khidmat-tidur* :p

Selasa, 11 Oktober 2011

Special Thing I Called Love

Allah itu Maha adil, aku yakin Allah ekstra Maha adil di segala aspek :)
aku fikir setelah kata-kata yang pernah aku ucapkan aku ga akan pernah lagi jatuh cinta, ternyataaaa....hehehehe
awal yang aneh, crasa yang aneh dan orang yang super aneh lah yang membuat aku merasa 'yah aku pantas merasakan ini' tapi di sudut kuadran transek hati ku *ceilah* masih merasa sangat takut dengan sesuatu yang disebut cinta :(

Klasik sebenarnya, aku hanya takut sakit, takut ditinggalkan, takut kehilangan, dan yang lebih parah aku takut bertepuk sebelah tangan. Itu yang membuat terkadang ada perasaan ingin menghapus bersih rasa luar biasa yang sedang ku rasakan ini. Cinta tidak salah, aku juga tidak men-setting dapat memiliki rasa yang berbeda kepada laki-laki unik satu ini. Allah lah yang telah menuliskan-Nya, Allah lah yang men-setting perasaan sedemikian rupa yang dimulai dari halsederhana menjadi rasa yang luar biasa.
Aku tidak berharap, karena bagiku hal yang paling menyebalkan adalah 'Menunggu' dan 'Berharap'. Aku tidak ingin kesalahan masalalu kembali mencoret kehidupan dewasaku. Namun, aku tidak akan menghapus memori masalalu ku, karena dari sana lah aku belajar, karena dari sanalah aku menyadari bahwa memang rasa luar biasa itu untuk orang luar biasa yang memiliki ketulusan hati luar biasa. Cinta itu tidak bersyarat kawan, cinta itu tulus, cinta itu apa adanya. Cinta adalah media untuk menyatukan hal yang berbeda, bukan memaksa suatu hal menjadi sama.

Cinta hadir secara natural, tidak ada seleksi bahkan aku bilang tidak ada pilihan. Bagaimana tidak? kalau cinta bisa memilih, aku akan memilih seseorang yang jelas-jelas mencintaiku karena aku tidak akan khawatir akan adanya cinta yang bertepuk sebelah tangan. Aku tidak akan panik jika orang yang kucintai tau aku mencintainya. Dan aku tidak akan galau jika orang yang kucintai dekat dengan orang lain, toh dia tahu aku mencintainya dan aku pun tau dia mencintaiku.

Hmmm...dan inilah asam manis cinta. Aku harus memendam dalam-dalam perasaan ini sehingga tidak ada seorangpun yang tau aku telah menyandarkan perasaanku kepada orang lain disana. Sosok yang mungkin memang disukai banyak orang karena sikap entertainernya. Sosok yang apa adanya. Sosok yang dapat mencairkan suasana.
Mungkin jika ada kursus memendam rasa cinta akan ku ikuti, entah apakah kau akan melakukan hal yang sama jika kau sedang jatuh cinta kepada sesorang :/
Sekali lagi aku takut, takut menerima kenyataan. Takut kalau ternyata aku bukan tulang rusuknya, takut kalau di catatan takdirku tidak ada sedikitpun tercoret namanya. Namun, sudahlah....yang kutau rasa ini maha dahsyat, berbeda sangaat berbeda. Aku hanyaa...akan membiarkan rasa ini mengalir begitu saja, biarlah sesakit apapun dengan cara apapun aku akan berusaha menutup rapat-rapat perasaan aneh yang di sebut cinta itu. :)


Wahai kau...
Entah sampai kapan aku hanya dapat tersenyum lepas saat melihat punggungmu
Entah sampai kapan aku meng-eratkan topeng palsu saat di depanmu
dan Entah sampai kapan ku tutup rapat-rapat perasaan maha dahsyat ini

Wahai kau...
Sesungguhnya bukan bagaimana kau terlihat sangat bersahaja
Bukan bagaimana hebatnya kau di elu-elu kan banyak orang
dan Bukan bagaimana paras mu membuatku tertarik

Tapi,
Keributanmu, betapa urakannya kelakuanmu
dan entah, hal yang membuat orang lain terusik lah yang ku rasa istimewa darimu

Mungkin suatu saat nanti kau akan tau perasaanku padamu
dan Mungkin suatu saat nanti pula hatiku akan kembali sakit
Tapi biarlah, biar aku merasakan sakit
Setidaknya aku bangga dapat merasakan cinta
Bukankah itu bagian dari indahnya cinta?
dan Bukankah tulang rusuk itu tidak akan tertukar?
Meski bukan kamu, aku yakin ada siluet lain yang menungguku untuk memenuhi rusuknya
:)



11.10.11
saat pandanganku ada pada ruang berkaryamu
-dan ingatkan aku pernah merasakan ini-