Senin, 26 Maret 2012

Rumahnya Rumah Kisruh

ini isi rumah akuuu... :*
Selama nulis di blog ini aku ga pernah cerita tentang keluarga aku yah? this is it.... ini semua lagi kumpul loohh... ramee kaaann... dan look! i'm look so cuanteeekk (dibandinginnya sama adek aku jangan sama nyokap). Hooo... dan perlu di cam kan saudara-saudara!! the black one! yang paling kanan itu ADEK SAYA! bukan KAKAK!! 
suka bete juga dibilang aku adeknya dia, cuma-gara-gara bener-bener kalah tinggi dan kalah dewasa. Ya secara ya, aku cewek sendiri paling ga aku paling ganjen dan manja(dibanding sama adek aku paling kecil sekalipun). Kadang adek-adek aku malu ngakuin aku sebagai kakaknya yang cuanteekk gara-gara aku lebih sering bikin mereka nahan malu di depan umum *ampuni aku Tuhaann*. Tapi aku sangat bersyukur karena adek aku yang paling kecil kalo malu sama overactive ku cuma senyum aja gegegege lup yu puul yeeenn(the love name for my little brotha)... :*
Oh iya, dan satu lagi yang bikin aku sukhaa sama adek aku paling kecil (oyen) adalaahh... tingginya dia masih jauh dibawah akuuu... bwahahhahahhahahha. Habis ketiga adekku itu cepet banget tingginya! sebel!!

yaahh... kira-kira wajah depan rumah utama kaya gini lah....
it's Harapan Kita L-24 Pharmacy :)
 
kalo ini 2nd home... ga jauh juga kok sama rumah utama :D
it's Animacy Comp.
Aku lebih suka dirumah ini kalo malem sama (bener-bener) pagi doang. Ya kalo siang panas bangeet... :(
rumah ini jauh lebih kecil dari yang lain, tapi (kayaknya) jauh lebih banyak tumbuhannya daripada yang lain #GaPenting xD dan halamannya pun lebih gede dari yang lain. Jadi bisa buat alternative parkir mobil disini :D

 

Minggu, 18 Maret 2012

RAHASIA

aku mencintaimu walau aku tak beritahumu
jadi semenjak dulu cinta itu telah lama lahir
sajak dan bait begitu mengalir
tuntun penaku menulis tentangmu

kini rahasia semakin tak kuat
aku menyimpannya terlebih ada kamu
rahasia terdalam di hatiku
yang kan aku bilang bila tiba waktunya

aku mencintaimu walau aku tak beritahumu
sajak dan bait begitu mengalir
tuntun penaku menulis tentangmu

kini rahasia semakin tak kuat
aku menyimpannya terlebih ada kamu
rahasia terdalam di hatiku
yang kan aku bilang bila tiba waktunya

rahasia semakin tak kuat
aku menyimpannya terlebih ada kamu
rahasia terdalam di hatiku
yang kan aku bilang bila tiba waktunya
rahasia terdalam di hatiku
yang kan aku bilang bila tiba waktunya
yang kan aku bilang bila tiba waktunya
bila tiba waktunya

-lyrics Rahasia (Vania Larissa)-
 
suatu saat nanti kamu akan tau kok, gimana perasaan itu datang dan memilihmu yang apa adanya. Dan jika rasa itu hanya sebuah rasa yang berakhir sebagai cerita cinta, setidaknnya kau pernah membuatku panas dingin hihihi :p
 

Senin, 13 Februari 2012

1+1 = 1000 :D

Bismillah... semoga tidak terkesan menggurui hehe

Pada dasarnya, prinsip hidup saya adalah 'Life's a feed back'! memberilah jika kau ingin menerima!!
Namun, apa yang kita beri terkadang tidak sama dengan apa yang kita terima. Jarang sekali (secara kasap mata maksud saya). Apabila kita memberi 1000 maka kita akan menerima 1000. Seringkali yang kita terima itu separuhnya, seperempatnya, seujung kukunya bahkan? Entahlah...
Islam mengajarkan kita untuk saling memberi. Ekonomi mengajarkan kita untuk saling berbagi, karena kita tidak hidup sendiri. Bayangkan saja apabila semua manusia egois. Merasa dirinya dapat melakukan segalanya seorang diri. Merasa dirinya akan hidup tentram, aman, sejahtera, sentaosa. Maka Hawa tak kan pernah tercipta. Maka teknologi tak akan pernah lahir. Maka sejarah tak akan pernah bergulir.

Hidup adalah sebuah jaket rajutan musism dingin. Terdiri dari pintai-an benag wol yang saling berkaitan, saling bergandengan. Sehingga apabila gandengan itu erat, maka akan menghasilkan sweater musim dingin yang sangat hangat. Masing-masing dari benang-benang tersebut saling membutuhkan. Bukan hanya memberi ataupun menerima. (mungkin perumpamaan saya kurang tepat. Hah biarlah! selagi anda tetap terpesona dengan kata-kata saya...hahaha)
Begitulah kita. Tidak melulu memberi dan tidak selalu menerima. Seringkali kita mengeluh karena merasa kita selalu saja memberi, selalu saja berusaha namun hasilnya (dianggap) NIHIL! mengapa 'dianggap'? Sesungguhnya apa yang kita lakukan tidak ada yang sia-sia. Sekeji sekalipun hal yang kita lakukan pasti ada 'feed back' nya. Hanya saja apa yang kita harapkan terlalu tinggi atau terlalu muluk. Sedangkan hati kita tidak disandarkan pada keikhlasan dan mindset bahwa Apapun itu, dan Bagaimanapun itu semuanya hanya Alloh yang berhak menentukan. Alloh yang berhak 'mengetuk palu-Nya' apakah hal tersebut layak dan cocok untuk kita atau tidak.

Hari ini ada beberapa teman share dengan saya terkait ketidakpuasan apa yang telah diberi dan kekecewa'an pada masa lalu. Terkadang saya merasa menyepelekan masalah orang lain karena toh saya merasakan yang lebih pahit(mungkin). Memang, banyak orang berkata 'Bermimpilah, bermimpilah sebesar yang kau inginkan' tidak salah memang. Namun, bagaimana kita dapat mewujudkan mimpi yang kita inginkan jika kita tidak membantu mewujudkan mimpi yang orang lain inginkan. Padahal pada dasarnya mimpi yang kita inginkan merupakan sesuatu dari Tuhan yang diberikan melalui perantara manusia. Dan apabila kita terlalu saklek pada apa yang kita inginkan tanpa memberi apa yang orang lain inginkan. Ya sudah... Tidak akan ada mimpi yang terwujud. Kecuali mimpi yang tidak membutuhkan sesuatu yang real.