Minggu, 18 Juli 2010

Cinta Burung Hantu (fiktif belaka :D )

Aku selalu suka saat seperti ini, saat dimana hanya ada aku dan Wanda di ujung taman sekolah dan duduk di bangku dimana aku selalu duduk paling ujung dan wanda memenuhi bangku taman yang selalu ribut jika ada orang yang duduk diatasnya. Aku dan Wanda sudah seratus tahun pacaran, tetapi tak satupun orang tua kami tahu bahwa kami menjalin hubungan khusus. bahkan dirumahku, satu-satunya makhluk yang tahu akan hubunganku dengan Wanda hanya SoGo, juru masak rumahku. Ya, Wanda sangat dekat dengan SoGo. bagi yang sudah melihat wanda, pasti tak perlu penjelasan mengapa Wanda sangat dekat dengan SoGo. bahkan mungkin, jika Wanda lebih dulu kenal SoGo, mereka mungkin akan berpacaran.

"ayolah Wan, mau dibawa kemana hubungan kita? aku ingin orang tua kita tahu kalau kita saling mencintai"
"tapi..." wanda tiba-tiba menghentikan suapan 'nasi goreng special mata katak' nya.
"tapi apa wan?apa kamu memang tak mau serius denganku?"
wanda menunduk,kali ini dia meletakkan piring pepayanya. ini berarti kemungkinan besar hatinya terketuk.
"wanda....orangtua kita memang penyihir, tapi mereka tidak akan bisa meramal ataupun melihat apa yang sedang dilakukan anaknya, makanya kita harus membicarakan ini" ku genggam tangan wanda.
"swallow...."wanda menatapku
"wanda sayang, namaku marcello bukan swallow" kutahan emosiku. (sejak pertama bertemu sampai detik ini wanda tidak pernah benar menyebut namaku) :(
"ok, maaf sayang....siapalah namamu, tapi aku takut hubungan kita takkan direstui"
"wandaku...demi makanan favorit kita, kecoa panggang bumbu darah ular, aku bersumpah aku akan mempertahankan cinta kita" kuangkat tinggi-tinggi kedua tanganku dan mendongankan kepalaku.
----------------------------------------------***-----------------------------------------------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar