Sabtu, 16 Agustus 2014

Dear Lelakiku :)

Dear lelakiku....
Bagaimana hari mu? Menyenangkan kah? Semoga selalu bahagia yaa :)

Aku disini masih berkutat dengan skripsi. Melawan segala kejenuhan dan rasa enggan untuk menyelesaikannya. Tapi percayalah, aku akan menyelesaikannya :)

Aku disini masih sendiri dan menjaga hati. Tanpa sadar, aku telah menyakiti banyak hati dan tersakiti. Mencintai yang tidak seharusnya dan melenggang berpaling dari orang orang yang sangat memperhatikanku.

Banyak rasa bersalahku. Aku takut, kamu adalah orang yang belakangan mencintaiku dan aku mengacuhkanmu. Aku lebih takut, jika kamu adalah orang yang saat ini aku cintai dan berusaha dengan keras aku lupakan. Ataukah kamu adalah orang yang pernah ku cintai dan sangat baik hati itu?
Lelakiku, tenang saja. Aku masih sabar menantimu.

Lelakiku, apa yang kau inginkan dari ku kelak?
Apakah kau ingin aku mendedikasikan waktu ku untuk mu, kediamanmu, merawat segala yang kau kerja keraskan.
Atau kau ingin aku mendampingimu kemanapun kau pergi? Menjadi manager sekaligus asisten dalam pekerjaanmu.
Ataukah kau mengizinkanku bekerja diluar rumah. Bekerja keras sama sepertimu untuk membangun impian kita?
Lelakiku, akan ku patuhi sekuat ku apa yang kamu mau. Insyaallah :)

Lelakiku, apapun pekerjaanmu nanti. Berdasi, bertopi, atau berpeci. Kamu tetap sholeh ya :)
Aku sedang belajar merapikan dasi, agar kelak aku bisa mengenakannya padamu. Merapikan jas mu, dan menyiapkan sepatu kesayanganmu.
Aku sedang belajar mandiri dan tak mengeluh. Agar kelak ketika kau pergi mengerjakan proyekmu, aku dapat melakukan segala sesuatu tanpa manja. Aku akan dengan sigap menyeka keringatmu, menyiapkan segala keperluanmu hingga peralatan kerja mu.
Aku sedang belajar anggun dan penyayang. Sehingga kelak, jika kau adalah pemuka agama aku bisa mengatur sikapku. Menjadi pendamping terbaikmu.
Namun, jika kau adalah seorang wirausaha. Ijinkan aku bekerja bersamamu. Membantu apapun yang kau perlu. Melakukan apapun yang kau butuhkan.

Lelakiku, aku jauuh dari sempurna. Mungkin saja jauh dari sosok yang kau bayangkan.
Maka, tuntun aku untuk menjadi yang terbaik untukmu. Tuntun aku untuk menjadi yang terbaik untuk Allah. Im yours man :)

Lelakiku, mungkin kau juga jauuh dari sempurna. Jauh dari apa yang aku inginkan. Tapi lelakiku, ingatkan aku bahwa mencintaimu bukanlah nafsu.
Mencintaimu adalah ibadahku pada Allah. Mencintaimu adalah, takdirku. Takdir terbaikku :)

Lelakiku, sampai jumpa.
Sampai jumpa jika waktu nya tiba.
Aku akan terus memperbaiki diriku, kuharap kau pun begitu.
Jadi, bersabarlah. Sehingga kelak kita akan dipertemukan pada masa yang istimewa, ketika kita sudah menjadi lebih baik satu sama lain, ketika kita telah merasa sama-sama siap untuk memiliki.

Lelakiku,
Aku menjaga hati ku. Dan aku masih bersabar ♥♥

Ps:
     Doakan aku segera menyelesaikan S1 ku dan mewujudkan impianku ya...
Aku doakan yang sama. Kemudian saat kita bertemu kita dapat saling bercerita :)

Senin, 04 Agustus 2014

Hai kamu, Apa Kabar? :)

Hai motivator hebat, pencerita handal yang mampu membuai telinga pendengarnya.
Pelawak terbaik yang mampu membuat bibir merekah meski hanya memandang mata.
Pekerja keras yang mampu membuat hati teduh dan ingin menjadi penyemangat sekaligus penyeka keringatmu sepanjang waktu.
Pecinta Agama tergila yang mampu membuat kaki tergerak untuk mengikutinya.
Kawan terhebat dengan hati lembut dan watak tegas.

Aku merindukanmu :)

Aku benar-benar sedang diperbudak cinta.
Ketika cinta datang menawarkan sakit, aku merengkuhnya. Bahkan tak ingin melepasnya. Sedikitpun.
Ketika cinta datang untuk memintaku pergi, aku berpaling. Namun tetap dalam berdiriku. Berharap cinta akan memelukku dari belakang dan memintaku berjalan bersamanya.
Ketika cinta datang untuk menyerahkan cinta pada cinta lain, aku tersenyum simpul. Membusung 'sok' tegar dan berkata "biarkan Allah yang menjaga cintaku". Padahal, hati lain berkata "tidak, aku ingin tetap bersamamu"

Bukankah cinta idaman adalah cinta yang dapat membuat hati terasa selalu nyaman?
Mengapa mencintaimu aku resah. Resah jika kau tidak nyaman.
Bukankah cinta idaman adalah cinta yang selalu membahagiakan?
Mengapa mencintaimu aku sedih. Sedih untuk selalu membohongi diriku sendiri, bahwa aku benar benar cinta.

Bagaimana dengan kamu? :)

Tidak mudah menyelesaikan masalah cinta.
Disaat aku ingin memasrahkan cinta, aku juga ingin berjuang untuk cinta.
Aku ingin berjuang untuk cinta karena Allah. Memperkuat cinta pada Allah dengan cinta KITA.
Aku ingin mengabdi untuk cinta karena Allah. Mengerahkan seluruh kemampuanku untuk cinta kelak. Mengumpulkan serpihan pahala dari ridhomu. Kamu. Yang halal untukku :)
Aku ingin. Ah entahlah, aku terlalu tamak dalam urusan cinta.

Kekasih, sekarang apa yang bisa aku lakukan untuk menunggu? Agar kelak kau tidak menyesal telah memiliku.

Minggu, 03 Agustus 2014

Pain! :'D

Terkadang, untuk menyembuhkan luka kita perlu melukai luka itu lebih dalam. Mungkin seperti hukum matematika mengenai perkalian antara bilangan negatif. Yah, tidak semuanya memang. Tapi untuk kasus satu ini, mungkin bisa menjadi alternatif :)

Bermain api dapat membahayakan keselamatan kita. Tapi, kita masih saja asyik dengan kembang api,  api unggun, rokok. Untuk apa? Karena larangan itu dapat memberikan kepuasan tersendiri. Sama. Sama seperti dia. Mencintainya bisa membuat hati semakin sakit. Tapi, pada kenyataannya bayangan dia masih berkelit dipikiran kita. Masih terbayang hal indah yang pernah dilalui. Hasilnya? Hati semakin sakit kan?

Entah, memasrahkan hati pada Allah itu entah kita yang tidak bisa berjuang sendiri atau karena kita percaya pada Allah. Saya rasa kita semua ingin menjadi tipikal kedua. Meskipun terkadang kita terasa, Ah tiada guna!

Andai mencintai itu semudah membuat popmie. Mungkin setiap hari berasa berbunga bunga. Popmie cepat habis? Ga masalah. Bagi saya bukan seberapa cepat kita menghabiskan popmie itu, namun bagaimana kita menikmati setiap sentuhan rasanya. Mungkin seperti itu juga cinta. Bagaimana dapat saling jujur satu sama lain mengenai perasaan masing masing. Bagaimana dapat saling berbagi rasa. Bagaimana.... ah sudahlah. Anda lebih mudah melanjutkannya.

Mencoba selalu bergerak. Tidur ketika benar benar ngantuk. Tidak melamun. Dan melakukan hal menyenangkan adalah beberapa cara untuk tidak larut dalam kerinduan semu. Buat hari semakin sibuk, buat badan semakin lelah, semoga dapat tidur nyenyak tanpa terbayang hal yang menyedihkan sebelumnya. Namun, ketika dia datang pada mimpimu. Anggap saja itu bonus, bukan petaka. Alam bawah sadarmu bukan kuasa mu. Dan ketika terbangun masih selalu terbayang, buat ragamu semakin lelah. Buat jiwa mu semakin sibuk sehingga tidak ada waktu sedetikpun untuk melamunkannya.

Cinta. Sejatinya adalah bahagia. Ketika itu membuatmu sedih dan terpuruk, maka percayalah itu hanya sebuah momen untuk menjembatani kamu menuju kebahagiaanmu ♥
Gusti Allah mboten Sare :) :)

Sabtu, 02 Agustus 2014

3rd August 2014 (its mean today)

Semalem kita meet up ya... Bentar doang tapi. Aku seneng? Yah. Tapi disisi lain aku juga sakit :)

Sebelum ketemu sempet sebel sama kamu. Ga Jelas! Udah setengah 7 kamu belum kasih kepastian bisa apa enggak. Aku marah. (bagi aku itu wajar) padahal temen2ku udah pada nunggu.

Kamu bilang aku masih sama kayak dulu. Yes I'm. Mungkin sampai kapanpun aku ga akan berubah, kamu juga. Yang bisa berubah adalah cara kita menerima satu sama lain. Yah...

Dijalan, aku ga bisa kontrol emosi. Semua uneg2 aku omongin, ditanyain. Terutama masalah sari. I really don't care you will hate me or love me anymore. Aku ingin, hati aku bernafas. Tidak memendam apapun.
But, I love your feed back. Kamu terlihat tulus menjawabnya. Terlihat. (maaf jika aku masih suka negatif thingking sama kamu. Am hurt)

You know. Satu hal yang ingin aku lakukan adalah memelukmu. Memelukmu dengan tulus. Tapi, Ternyata aku lebih tak ada nyali untuk itu :)

"sebagian orang dengan mudah mengajak pergi orang yang baru dikenal nya. Sebagian lain ajakan dan cinta harus penuh pertimbangan. Sedangkan si korban terlalu lelah untuk menerima kedua nya. Madu dan jamu terlihat sama saja :)"

Kamu tau, semalam waktu aku bertemu teman Dewi. Rasanya ga nyaman. Sejujurnya bukan karena ada yang mabuk. Tapi karena aku bertemu lelaki dan aku meninggalkan kamu disana. Dia mengajak aku pergi esok hari. Lelaki itu baik, pengusaha, dewasa. Tapi, ah entahlah. Aku tidak nyaman. Aku tolak.

Aku terlalu mengejar2 kamu? Dengan tegas aku jawab Tidak.
Demi Allah aku benar2 memasrahkan hatiku pada Maha Pembolak balik hati. Aku ga akan mengingatmu atau melupakanmu. I try do everything naturally. Tapi, Allah selalu menyelipkanmu dibawah alam sadarku. Allah membuat hatiku diam2 mendoakanmu. Percayalah, sesungguhnya akupun tak ingin se freak itu. Tapi ketika berulang kali Bapak datang ke mimpiku, melihat aku dan kamu bergantian. Dan suatu kali (saat aku benar2 tak ingat kamu) ibu datang ke mimpiku mempertanyakan apa aku mau menikah denganmu.
Apakah mimpi itu juga kuasa ku?
Tidak sama sekali!

Pernah sekali aku melupakan kamu. Benar2 lupa. Yaitu saat aku jatuh cinta. Pada seniorku. Dia baik, sangat lucu, penyemangat, pendengar dan pencerita yang baik.
kita dekat, sangat dekat. Tapi kita sama sekali tidak pernah ada ikatan pacaran. Sampai akhirnya dia lulus.
Dia benar2 penjaga hati terbaik! Mungkin dia tau aku menyukainya. Dia menjaga hati kekasihnya disana. Ya, dia punya kekasih di Jakarta. Tapi, dia tidak pernah mengatakan kepadaku. Analogi ku, dia menjaga perasaanku juga perasaan kekasihnya. Aku tau bukan dari dia. Aku tau dari kawannya secara tidak langsung. Setelah lama dia menetap kembali di Jakarta.
Dari situ, aku perlahan mundur.

Beberapa bulan kemudian, kamu datang. Kamu tau perasaanku saat itu? Benci setengah mati padamu!! Memori ketika Sari mengirimku pesan di Facebook mengenai pertunangan kalian muncul lagi. Aku benci!

Beberapa waktu berlalu. Aku sempat protes dengan Allah, kenapa Allah mengirimkan kembali rasa cintaku buat kamu. Aku sama sekali tidak ingin mencintaimu. Sama sekali.

Malam Ramadhan kemarin, aku tiba2 terbangun saat tidur. Dan menangis. Aku sadar. Cintaku itu milik Allah. Aku tidak bisa memaksakan mau suka sama siapa atau disukai siapa. Sejak itu, aku benar2 pasrah. Aku yakin, suatu saat Allah akan mempertemukan aku dengan lelaki yang mencintaiku dan kucintai dan kita sama2 mau berjuang untuk cinta kita. Aku yakin! :)

Sekarang. Biarkan hatiku berjalan sesuai apa yang Allah mau. Aku tidak akan memaksakan diri untuk melupakan, mengingat, mencintai dan dicintai. Bismillah aku ikhlas. Aku ikhlas karena Allah :)

23 Juli 2014 untold note

Malam ini, aku diperlihatkan sebuah foto. Foto kamu dengan Sari. Selamat menjalin silaturahmi :)

Aku sakit hati? Ya! Entah, rasanya sedikit sesak. Tapi, kini aku ingin mencoba mencintai dengan logika. Aku lelah terlalu larut dalam perasaan. Aku lelah terlalu berharap. Aku lelah dipermainkan.

Dalam foto itu kalian begitu dekat. Begitu bahagia. Berbeda dengan ucapanmu waktu itu. Kamu bilang hubungan kalian tidak baik. Kamu bilang kamu sudah tidak ada hubungan dengan siapapun. Kamu bilang... Ah sudahlah. Aku rasa perkataanmu kala itu hanya sebuah kekhilafan.

Dear Allah. Aku ingin jatuh cinta. Aku rindu memiliki semangat menggebu karena cinta. Aku rindu memiliki dambaan hati.
Allah, inginku cukup rasa cinta. Masalah pacar atau apapun itu biarlah jadi yang kedua. Karena sudah banyak hati yang kusakiti karena aku belum bisa menerima dengan alasan tidak cinta.

Dear Allah, engkau Maha Pemilik hati. Ar Rahman dan Ar Rahim. Engkau Maha mengetahui isi hati. Engkau yang Maha tau tentang hidup, mati, jodoh dan rizqi. Aku hanya meminta padaMu ya Allah. Jaga hatiku. Tata hatiku. Labuhkan pada lelaki tulus yang juga mencintaMu. Labuhkan pada lelaki yang bersedia menjaga hatiku. Menjaganya ya Allah, Bukan menyakitiya :'(

Malam 29 Mei kemarin

Malam 29 Mei aku masih resah. Kebayang alm. Ayah mas Hasan.
Aku juga gatau pastinya sejak kapan. Aku juga gatau pastinya apa aku pernah benar2 mimpi bertemu atau bayang2 alam bawah sadarku.

Emmm yang jelas, hampir setiap hari dan setiap malam aku kebayang Ayah mas Hasan senyum lihat aku.
Udah lama sebenernya pengen ke makam. Bahkan sejak pertama dikasih tau kalo sudah meninggal :(
Tapi aku terlalu gengsi buat sms mas Hasan duluan. Aku gengsi kalo2 aku dikira pengen cari2 alasan buat ketemu dia. Gengsi kalau dikira aku ngejar2 dia.
Akhirnya malem itu aku curhat sama Arbi, dia bilang "kamu mentingin gengsi apa tenang?" kata2 itu yang bikin aku berfikir. Oh yaudahlah sms aja. Toh aku niatnya cuma pengen ziarah ke Ayahnya, bukan caper ke anaknya. Gitu doang :)

Paginya, aku ke makam sama mas Hasan. Ya berdua. Salting emang, tapi biasa aja sih. Dan... Emmm sedikit kangen :(
Dimakam, aku minta Allah sampein pesan aku buat ayahnya mas Hasan. Kira2 gini:
"assalamualaikum bapak, ini Bella. Bapak, Bella minta maaf kalau selama hidup bapak Bella banyak salah. Kita belum sempat dipertemukan, maaf :'(. Bapak, mungkin emang bapak bukan Ayah kandung bella. Tapi setidaknya Bella pernah sayang sama bapak dan bapak juga pernah peduli sama Bella.
Bapak, sekali lagi Bella minta maaf. Bella harap bapak bahagia sama Allah. Semoga segalaa amal ibadah bapak, kebaikan bapak diterima sama Allah.
Bapak, Bella gatau kapan bisa kesini lagi. Bella juga gatau apa Bella kelak akan jadi anak bapak. Tapi bella tetep berdoa kok :)
Bapak, Bella pamit ya... Bapak baik2 disini.
Dan Allah, jaga beliau. Sayangi beliau. Terima segala kebaikannya dan maafkan segala khilafnya
Aamiin aamiin aamiin"

Pulang darisitu tenang? Yah, sedikit. Tapi ada rasa ingin kembali kesitu. Insyaallah, semoga bisa kembali :)
Bapak bahagia ya disana, Bella Insyaallah juga akan mendoakan bapak. Bella boleh panggil bapak dengan sebutan 'bapak' juga kan? :'( :)