Sabtu, 02 Agustus 2014

3rd August 2014 (its mean today)

Semalem kita meet up ya... Bentar doang tapi. Aku seneng? Yah. Tapi disisi lain aku juga sakit :)

Sebelum ketemu sempet sebel sama kamu. Ga Jelas! Udah setengah 7 kamu belum kasih kepastian bisa apa enggak. Aku marah. (bagi aku itu wajar) padahal temen2ku udah pada nunggu.

Kamu bilang aku masih sama kayak dulu. Yes I'm. Mungkin sampai kapanpun aku ga akan berubah, kamu juga. Yang bisa berubah adalah cara kita menerima satu sama lain. Yah...

Dijalan, aku ga bisa kontrol emosi. Semua uneg2 aku omongin, ditanyain. Terutama masalah sari. I really don't care you will hate me or love me anymore. Aku ingin, hati aku bernafas. Tidak memendam apapun.
But, I love your feed back. Kamu terlihat tulus menjawabnya. Terlihat. (maaf jika aku masih suka negatif thingking sama kamu. Am hurt)

You know. Satu hal yang ingin aku lakukan adalah memelukmu. Memelukmu dengan tulus. Tapi, Ternyata aku lebih tak ada nyali untuk itu :)

"sebagian orang dengan mudah mengajak pergi orang yang baru dikenal nya. Sebagian lain ajakan dan cinta harus penuh pertimbangan. Sedangkan si korban terlalu lelah untuk menerima kedua nya. Madu dan jamu terlihat sama saja :)"

Kamu tau, semalam waktu aku bertemu teman Dewi. Rasanya ga nyaman. Sejujurnya bukan karena ada yang mabuk. Tapi karena aku bertemu lelaki dan aku meninggalkan kamu disana. Dia mengajak aku pergi esok hari. Lelaki itu baik, pengusaha, dewasa. Tapi, ah entahlah. Aku tidak nyaman. Aku tolak.

Aku terlalu mengejar2 kamu? Dengan tegas aku jawab Tidak.
Demi Allah aku benar2 memasrahkan hatiku pada Maha Pembolak balik hati. Aku ga akan mengingatmu atau melupakanmu. I try do everything naturally. Tapi, Allah selalu menyelipkanmu dibawah alam sadarku. Allah membuat hatiku diam2 mendoakanmu. Percayalah, sesungguhnya akupun tak ingin se freak itu. Tapi ketika berulang kali Bapak datang ke mimpiku, melihat aku dan kamu bergantian. Dan suatu kali (saat aku benar2 tak ingat kamu) ibu datang ke mimpiku mempertanyakan apa aku mau menikah denganmu.
Apakah mimpi itu juga kuasa ku?
Tidak sama sekali!

Pernah sekali aku melupakan kamu. Benar2 lupa. Yaitu saat aku jatuh cinta. Pada seniorku. Dia baik, sangat lucu, penyemangat, pendengar dan pencerita yang baik.
kita dekat, sangat dekat. Tapi kita sama sekali tidak pernah ada ikatan pacaran. Sampai akhirnya dia lulus.
Dia benar2 penjaga hati terbaik! Mungkin dia tau aku menyukainya. Dia menjaga hati kekasihnya disana. Ya, dia punya kekasih di Jakarta. Tapi, dia tidak pernah mengatakan kepadaku. Analogi ku, dia menjaga perasaanku juga perasaan kekasihnya. Aku tau bukan dari dia. Aku tau dari kawannya secara tidak langsung. Setelah lama dia menetap kembali di Jakarta.
Dari situ, aku perlahan mundur.

Beberapa bulan kemudian, kamu datang. Kamu tau perasaanku saat itu? Benci setengah mati padamu!! Memori ketika Sari mengirimku pesan di Facebook mengenai pertunangan kalian muncul lagi. Aku benci!

Beberapa waktu berlalu. Aku sempat protes dengan Allah, kenapa Allah mengirimkan kembali rasa cintaku buat kamu. Aku sama sekali tidak ingin mencintaimu. Sama sekali.

Malam Ramadhan kemarin, aku tiba2 terbangun saat tidur. Dan menangis. Aku sadar. Cintaku itu milik Allah. Aku tidak bisa memaksakan mau suka sama siapa atau disukai siapa. Sejak itu, aku benar2 pasrah. Aku yakin, suatu saat Allah akan mempertemukan aku dengan lelaki yang mencintaiku dan kucintai dan kita sama2 mau berjuang untuk cinta kita. Aku yakin! :)

Sekarang. Biarkan hatiku berjalan sesuai apa yang Allah mau. Aku tidak akan memaksakan diri untuk melupakan, mengingat, mencintai dan dicintai. Bismillah aku ikhlas. Aku ikhlas karena Allah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar